Monday, January 28, 2013
Perjalanan Darat Menuju Mimpi
Minggu, 27 Januari 2013. Bangun pagi dengan suasana yang nyaman karena tidur di kamar sendiri. Sudah 3 minggu saya mengalami mimpi buruk, tinggal di suatu kota yang di sana minim hiburan, dan untuk 5 hari belakangan ini saya terbangun di kamar sendiri, sungguh nyaman. Namun, mimpi itu akan berlanjut, karena hari ini saya harus kembali. Bangun pagi, saya menyiapkan barang yg akan saya bawa ke sana, dibantu oleh mama saya pun memasukkan lembar demi lembar pakaian ke dalam koper. Setelah selesai packing, saya bergegas menuju atm terdekat karena kemarin lupa ambil uang tunai yang cukup untuk perjalanan (maklum gak niat balik). Dalam perjalanan menuju atm, saya menemui hambatan, karena hari itu minggu dan saya lupa kalau di kota ini setiap minggu dilaksanakan Car Free Day akhirnya saya memutar dan mengambil jalan pintas, sesampainya di atm ternyata mesinnya mengalami gangguan, saya pun keliling mencari mesin terdekat, tapi semuanya tidak bisa, akhirnya saya memutuskan untuk pulang.
Sampai di rumah, saya sarapan nasi goreng buatan mama yang dulu waktu masih di Balikpapan sempet bosan banget makan itu, tapi kali ini rasanya beda, karena sudah lama gak dibuatin. Mama selalu bilang itu resepnya pakai "CINTA". tak lama setelah sarapan, travel yang kemarin saya pesan menelpon dan mengkonfirmasi jemput di mana. Sekitar jam 9 pagi, setelah pamit dengan orang tua dan my lil' bro sayapun berangkat dengan travel.
Skip cerita, mobil yg saya tumpangi naik ke ferry untuk menyebrang, ini pertama kalinya naik kapal ginian, sekitar 2 jam baru sampai di seberang karna antrean yg cukup padat. Kemudian melanjutkan jalan darat, sempat mampir makan siang dan sempet kaget karna makanannya mahal banget, seporsi 30 ribu. hadeeeh. Lanjut perjalanan yang panjang lewat hutan hutan, dalam hati saya bertanya "Kapan sampainya ini?". Akhirnya jam 9 malam sampailah di tempat tujuan, tapi belum, ini baru 3/4 perjalanan. Setelah itu saya melanjutkan ke pelabuhan speed boat untuk menyebrang pulau, maklum tempatnya di luar pulau besar Kalimantan. Di speed, dengan langit yang teduh setelah hujan saya melanjutkan perjalanan. Awalnya sih berani, soalnya waktu kecil bapak punya speedboat dan sering banget ngajak keliling keliling, di tengah perjalanan saat menerjang ombak tinggi, saya terkejut dan spontan menggenggam kursi speed itu sambil berfikir "Dulu kok malah senang ya naik speed sampai lompat lompat waktu kena ombak". Tapi malam ini beda, deg deg banget lah pokoknya, berharap segera sampai. Di tengah tengah sempat takjub melihat lampu lampu kapal dan suasana pelabuhan dari kejauhan di malam hari. Lumayan bagus loh, sempat mau foto tapi hasilnya jauh beda dari apa yang ditangkap mata. Akhirnya setelah kurang lebih satu jam perjalanan, saya sampai di pelabuhannya dan segera bergegas menuju mess untuk melanjutkan mimpi ini. Semoga mimpi ini gak seburuk yang saya selalu pikirkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment